Tampilkan postingan dengan label Final Fantasy X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Final Fantasy X. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2009

Suteki da ne (Tidus’s and Yuna’s song)


By : Rikki

kaze ga yoseta kotoba ni
oyoida kokoro
kumo ga hakobu ashita ni
hazunda koe

tsuki ga yureru kagami ni
furueta kokoro
hoshi ga nagare koboreta
yawarakai namida

suteki da ne
futari te wo tori aruketa nara
ikitai yo
KIMI no machi ie ude no naka

sono mune
karada azuke
yoi ni magire
yumemiru

kaze wa tomari kotoba wa
yasashii maboroshi
kumo wa yabure ashita wa
tooku no koe

tsuki ga nijimu kagami wo
nagareta kokoro
hoshi ga yurete koboreta
kakusenai namida

suteki da ne
futari te wo tori aruketa nara
ikitai yo
KIMI no machi ie ude no naka

sono kao
sotto furete
asa ni tokeru
yumemiru

Note :
Lagu yang dilantunkan pada moment Tidus dan Yuna. Siapa yang tidak akan terharu melihat adegan mesra mereka berdua di Macalania Forest. Sungguh adegan yang begitu mengharukan dan sungguh romantis. Di bawah sinar cahaya bulan temaram yang begitu indah.
Seperti judulnya yang berarti “bukankah itu indah?”, lagu ini menggambarkan harapan Yuna. Yuna berharap jika mereka telah menyelesaikan perjalanan mereka, ia akan bisa memenuhi janjinya dengan Tidus untuk kembali ke kampung halaman Tidus, dan mereka bisa menghabiskan hari-hari bersama seperti janji Tidus. Satu harapan indah yang pada akhirnya tidak bisa terwujudkan karena pada akhir cerita game ini Tidus mati, atau lebih tepatnya akhirnya dia bisa pergi ke “Farplane”. Namun, setidaknya akhir cerita mereka berdua bisa diperbaiki di FFX-2.

Senin, 27 Juli 2009

A Ray of Hope (Tidus' Image Song)


Composers : Noriko Matsueda & Takahito Eguchi
Lyrics : Halcyon
Vocal : Masakazu Morita

itsu kara ka hajimatte'ta no darou
hateshinai yume no tabiji
nani ka ni furimawasare tsudzukete
ikidoori iratsuite'ta

mimizawari na zattou kara todoita kotoba ni
ore wa ittai doko e mukaeba ii no ka to...

zawameki ni kakikesarete mo
wazuka na emi ga kobore
akirame koko de tomaru kurai nara
michi ni daibu shite miru yo

hikari ga furi sosoida sono toki kimi no sugata
mabushii hodo ni tsuyoku yasashikatta ne

hoshi yori kagayaku yume ga aru da kara
kowaresou na ima de mo
ore wa kimi no kiseki ni naru

doko kara ka oboete'nai hodo
tookute mienai kako
daiji na mono nante doko ni aru no ka
shiru koto mo naku sugite'ta

tada mainichi tanoshiku waratte iraretara
sore de shiawase da to mo omotte ita... koro wa

hageshiku yureru toki no naka kimi to no deai wa koko
nani ka ga karada no naka nagarete
utsurikawatte yuku n' da

hikari ni tadoritsuita sono toki kimi no sugata
mabushii hodo ni tsuyoku yasashikatta ne

hoshi yori kagayaku yume ga aru da kara
kowaresou na ima mo
ore ga kimi no kiseki ni naru

hoshi yori kagayaku yume ga aru da kara
kowaresou na ima de mo
ore ga kimi no kiseki ni naru

Note :
Lirik lagu ini merupakan lirik lagu sebuah game yang cukup terkenal di dunia. Untuk para Gamer sejati, siapa sih yang nggak tahu game berjudul Final Fantasy? Bahkan orang awam yang bukan pemain game pun banyak yang tahu tentang game Final Fantasy, meski hanya permukaan saja.
Lagu ini mengkisahkan isi pikiran dan perasaan tidus. Rasa keterpurukan yang diakibatkan oleh kenangan masa lalunya. Namun, meski begitu dia tetap berusaha untuk selalu tersenyum dan ceria. Dia berusaha untuk mencari sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya, terutama karena dia hanya sebatang kara di dunia. Hingga suatu hari dia bertemu dengan bintang penyelamatnya, yaitu Yuna. Seorang summoner cantik, anak perempuan tunggal Lord Braska. Sejak saat itulah dia mulai berubah, karena bisa menemukan cahaya untuk harapannya.
Lagu ini sesuai dengan tujuannya, sangat menggambarkan Tidus. Dengan latar belakang Tidus yang seorang pemain Blitzball terkenal, selalu dibayangi oleh kehebatan ayahnya. Kebenciannya terhadap ayahnnya pun tak kunjung hilang meski ayahnya tiba-tiba dikabarkan menghilang. Tidus tumbuh hanya dibesarkan oleh ibunya saja dan sejak ibunya meninggal dia benar-benar kehilangan segalanya. Sampai hari dimana dia bertemu dengan Yuna saat terlempar seribu tahun ke masa depan akibat kekuatan Sin. Dia mulai berubah dan pada akhirnya bisa memaafkan ayahnya.